Lebaran 2019, Laka Lantas di Jatim Turun 60 Persen

Kamis, 6 Juni 2019
Lebaran 2019, Laka Lantas di Jatim Turun 60 Persen - inilah ramadhan

INILAH.COM, Surabaya - Dibanding dengan tahun lalu, angka Laka Lantas di jawa Timur menurus drastis. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Manurung.

Dari data hasil Operasi Ketupat sejak H-7 hingga hari H Lebaran 2019 di wilayah Jawa Timur. Menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 66 persen.

"Pada 2018, dalam kurun waktu yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 282 kasus. Sementara pada 2019 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 97 kasus. Turun 66 persen," kata Barung di Surabaya, Kamis (6/6/2019).

Otomatis secara kualitatif jumlah korban jiwa kecelakaan lalu lintas di Jatim juga menurun drastis. Pada 2018, tepatnya pada H-7 hingga hari H Lebaran 2019, korban meninggal dunia akibat laka lantas di Jatim mencapai 31 orang. Sementara pada 2019, menurun menjadi 11 orang. Artinya, penurunannya mencapai 65 persen.

Tidak hanya itu, jumlah korban luka berat dan luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas di Jatim juga mengalami penurunan. Pada 2018, jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas di Jatim, pada periode yang sama, mencapai 33 orang. Sementara tahun ini menurun menjadi 15 orang, atau turun 55 persen.

"Yang korbannya mengalami luka ringan juga menurun, pada Operasi Ketupat di periode yang sama. Tahun lalu jumlahnya mencapai 408 orang, sementara tahun ini menurun menjadi 140 orang. Turun 66 persen," ujar Barung.

Barung menjelaskan, jika dilihat dari jenis kendaraan bermotor, sepeda motor menjadi yang terbanyak terlibat kecelakaan lalu lintas pada periode tersebut. Menurut Barung, ada 123 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor pada periode tersebut. Jumlah tersebut menurun 66 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 361 kasus.

Sementara untuk mobil barang, pada 2019, ada 16 kasus kecelakaan yang melibatkan mobil barang. Julah itu, kata Barung, menurun 65 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 46 kasus. Pun kecelakaan yang melibatkan mobil penumpang, jumlah kasusnya menurun hingga 51 persen. Pada 2019, kasusnya mencapai 55 kasus, sementara tahun ini 27 kasus.

"Begitu juga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus, tahun ini menurun 58 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu ada 12 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus, sementara tahun ini hanya 5 kasus," kata Barung.[beritajatim]

Inilah Ramadhan

Menkes : Jangan Ragu Hubungi 119 Saat Mudik - inilah ramadhan
Menkes : Jangan Ragu Hubungi 119 Saat Mudik
9 bulan
Beragam Destinasi Favorit Menggunakan Kereta Api - inilah ramadhan
Beragam Destinasi Favorit Menggunakan Kereta Api
9 bulan
Catat! Ini One Way Tol Trans Jawa pada 1 Juni Esok - inilah ramadhan
Catat! Ini One Way Tol Trans Jawa pada 1 Juni Esok
9 bulan
Wardah Tularkan Semangat Selalu Bersyukur - inilah ramadhan
Wardah Tularkan Semangat Selalu Bersyukur
9 bulan
Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Tanggal 5 Juni 2019 - inilah ramadhan
Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Tanggal 5 Juni 2019
9 bulan
Tak Mudik, Ini Bakal Dilakukan Anies Saat Lebaran - inilah ramadhan
Tak Mudik, Ini Bakal Dilakukan Anies Saat Lebaran
9 bulan
THR PNS dan Non-PNS Jabar Sudah Cair - inilah ramadhan
THR PNS dan Non-PNS Jabar Sudah Cair
9 bulan
Arus Mudik Jalur Selatan Jabar Terpantau Lancar - inilah ramadhan
Arus Mudik Jalur Selatan Jabar Terpantau Lancar
9 bulan
Beragam Kegiatan Ramadan Juga Disajikan di Mall - inilah ramadhan
Beragam Kegiatan Ramadan Juga Disajikan di Mall
9 bulan

Lebaran 2019, Laka Lantas di Jatim Turun 60 Persen

Kamis, 6 Juni 2019
Lebaran 2019, Laka Lantas di Jatim Turun 60 Persen - inilah ramadhan

INILAH.COM, Surabaya - Dibanding dengan tahun lalu, angka Laka Lantas di jawa Timur menurus drastis. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Manurung.

Dari data hasil Operasi Ketupat sejak H-7 hingga hari H Lebaran 2019 di wilayah Jawa Timur. Menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 66 persen.

"Pada 2018, dalam kurun waktu yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 282 kasus. Sementara pada 2019 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 97 kasus. Turun 66 persen," kata Barung di Surabaya, Kamis (6/6/2019).

Otomatis secara kualitatif jumlah korban jiwa kecelakaan lalu lintas di Jatim juga menurun drastis. Pada 2018, tepatnya pada H-7 hingga hari H Lebaran 2019, korban meninggal dunia akibat laka lantas di Jatim mencapai 31 orang. Sementara pada 2019, menurun menjadi 11 orang. Artinya, penurunannya mencapai 65 persen.

Tidak hanya itu, jumlah korban luka berat dan luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas di Jatim juga mengalami penurunan. Pada 2018, jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas di Jatim, pada periode yang sama, mencapai 33 orang. Sementara tahun ini menurun menjadi 15 orang, atau turun 55 persen.

"Yang korbannya mengalami luka ringan juga menurun, pada Operasi Ketupat di periode yang sama. Tahun lalu jumlahnya mencapai 408 orang, sementara tahun ini menurun menjadi 140 orang. Turun 66 persen," ujar Barung.

Barung menjelaskan, jika dilihat dari jenis kendaraan bermotor, sepeda motor menjadi yang terbanyak terlibat kecelakaan lalu lintas pada periode tersebut. Menurut Barung, ada 123 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor pada periode tersebut. Jumlah tersebut menurun 66 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 361 kasus.

Sementara untuk mobil barang, pada 2019, ada 16 kasus kecelakaan yang melibatkan mobil barang. Julah itu, kata Barung, menurun 65 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 46 kasus. Pun kecelakaan yang melibatkan mobil penumpang, jumlah kasusnya menurun hingga 51 persen. Pada 2019, kasusnya mencapai 55 kasus, sementara tahun ini 27 kasus.

"Begitu juga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus, tahun ini menurun 58 persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu ada 12 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus, sementara tahun ini hanya 5 kasus," kata Barung.[beritajatim]