Penukaran Uang Pecahan Tembus Rp1,8 Triliun/Hari

Rabu, 29 Mei 2019
Penukaran Uang Pecahan Tembus Rp1,8 Triliun/Hari - inilah ramadhan

INILAHCOM, Makassar - Menjelang Lebaran, kebutuhan duit cash di masyarakat melonjak signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat angkanya di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp1,8 triliun per hari. Wow.

Direktrur/Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia (BI), Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan (BI Kpw Sulsel), Amanlison Sembiring mengatakan, penukaran uang pecahan kecil mencapai Rp1,8 triliun dalam sehari.

"Kemarin (Senin, 27/5/2019), hasil dari bank mitra yang menukarkan uang pecahan kecil mencapai Rp1,8 triliun dalam sehari saja, ini setelah sebagian besar warga sudah cair Tunjangan Hari Raya-nya," kata Amanlison di Makassar, Selasa (28/5/2019).

Dia mengatakan, antusiasme warga Kota Makassar dan sekitarnya menukarkan uang pecahan kecil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah itu, kondisinya sangat jauh berbeda ketika pekan pertama membuka penukaran uang pecahan kecil di 85 titik di Sulsel.

Hal itu diprediksi karena, sebagaian besar khususnya pegawai pemerintah sudah mendapatkan THR dari kantor masing-masing. Menyikapi kondisi itu, pihak BI Kpw Sulsel menambah rentang waktu layanan penukaran uang pecahan kecil.

"Kalau sebelumnya ditetapkan layanannya 13 - 29 Mei 2019, maka waktunya ditambah hingga 31 Mei 2019, khusus untuk layanan di kawasan lapangan Karebosi, Makassar," kata Amanlison.

Mengenai penukaran uang pecahan kecil di 26 kabupaten/kota di Sulsel pada bulan suci Ramadhan ini, terdapat 85 jumlah titik layanan atau lebih banyak dibanding periode yang sama 2018 yang hanya 54 titik layanan.

Begitu pula dari segi jumlah uang pecahan kecil mulai dari pecahan Rp1 ribu hingga Rp20 ribu, khusus menyambut lebaran tahun ini mencapai Rp5,7 triliun, sementara 2018 tercatat realisasi penukaran uang pecahan kecil hanya Rp4,1 triliun.

Sementara itu, pada paparan tentang peran BI dalam mengembangkan UMKM dan upaya pengendalian inflasi, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Kpw Sulsel Johnson Pasaribu peran BI dalam membantu pemerintah menekan inflasi dengan membuat klaster (cluster) atau percontohan baik di sektor pertanian, peternakan dan pariwisata di lapangan.

"Komoditi pertanian, peternakan maupun sektor pariwisata ini kerap menjadi pemicu inflasi, sehingga BI turun ke hulu untuk membantu produsen dalam memicu kuantitas dan kualitas produksi," katanya.

Hal itu dibenarkan Manajer Fungsi pada Divisi Pengembangan Ekonomi BI Kpw Sulsel Rachmat Ryanto seraya memberikan contoh, di Kabupaten Pinrang dikembangkan budidaya ikan bandeng/bolu dengan sistem semi intensif, sedangkan di Kabupaten Bone budidaya ikan bandeng dikembangkan dengan teknologi intensif.

Dampak dari pembinaan dan dampingan dari BI Sulsel itu, lanjut dia, semula produksi ikan bandeng yang diperoleh petambak hanya sekitar satu ton per hektare, namun saat ini sudah meningkat menjadi tiga ton per ha, sehingga kesejahteraan petambak juga meningkat. [tar]


Inilah Ramadhan

Perhatikan, Ini Tips Mudik Sehat - inilah ramadhan
Perhatikan, Ini Tips Mudik Sehat
2 bulan
Wakapolri Prediksi Puncak Mudik di Merak 1 Juni - inilah ramadhan
Wakapolri Prediksi Puncak Mudik di Merak 1 Juni
2 bulan
15 Tips Pemudik Aman - inilah ramadhan
15 Tips Pemudik Aman
2 bulan
Bolehkah Puasa Syawalan Sebelum Qadha Puasa Wajib? - inilah ramadhan
Bolehkah Puasa Syawalan Sebelum Qadha Puasa Wajib?
2 bulan
Kewajiban Zakat Dipengaruhi Utang Kita? - inilah ramadhan
Kewajiban Zakat Dipengaruhi Utang Kita?
2 bulan
Tips Nyaman Berhijab - inilah ramadhan
Tips Nyaman Berhijab
2 bulan
VW Investasi Rp730 Triliun untuk Mobil Listrik - inilah ramadhan
VW Investasi Rp730 Triliun untuk Mobil Listrik
8 bulan
Lebaran Ke-2, AHY-Ibas Silaturahmi ke Rumah Gusdur - inilah ramadhan
Lebaran Ke-2, AHY-Ibas Silaturahmi ke Rumah Gusdur
2 bulan
Syaikh Sudais Doakan Negeri Kaum Muslim Damai - inilah ramadhan
Syaikh Sudais Doakan Negeri Kaum Muslim Damai
2 bulan

Penukaran Uang Pecahan Tembus Rp1,8 Triliun/Hari

Rabu, 29 Mei 2019
Penukaran Uang Pecahan Tembus Rp1,8 Triliun/Hari - inilah ramadhan

INILAHCOM, Makassar - Menjelang Lebaran, kebutuhan duit cash di masyarakat melonjak signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat angkanya di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp1,8 triliun per hari. Wow.

Direktrur/Kepala Grup Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia (BI), Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan (BI Kpw Sulsel), Amanlison Sembiring mengatakan, penukaran uang pecahan kecil mencapai Rp1,8 triliun dalam sehari.

"Kemarin (Senin, 27/5/2019), hasil dari bank mitra yang menukarkan uang pecahan kecil mencapai Rp1,8 triliun dalam sehari saja, ini setelah sebagian besar warga sudah cair Tunjangan Hari Raya-nya," kata Amanlison di Makassar, Selasa (28/5/2019).

Dia mengatakan, antusiasme warga Kota Makassar dan sekitarnya menukarkan uang pecahan kecil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah itu, kondisinya sangat jauh berbeda ketika pekan pertama membuka penukaran uang pecahan kecil di 85 titik di Sulsel.

Hal itu diprediksi karena, sebagaian besar khususnya pegawai pemerintah sudah mendapatkan THR dari kantor masing-masing. Menyikapi kondisi itu, pihak BI Kpw Sulsel menambah rentang waktu layanan penukaran uang pecahan kecil.

"Kalau sebelumnya ditetapkan layanannya 13 - 29 Mei 2019, maka waktunya ditambah hingga 31 Mei 2019, khusus untuk layanan di kawasan lapangan Karebosi, Makassar," kata Amanlison.

Mengenai penukaran uang pecahan kecil di 26 kabupaten/kota di Sulsel pada bulan suci Ramadhan ini, terdapat 85 jumlah titik layanan atau lebih banyak dibanding periode yang sama 2018 yang hanya 54 titik layanan.

Begitu pula dari segi jumlah uang pecahan kecil mulai dari pecahan Rp1 ribu hingga Rp20 ribu, khusus menyambut lebaran tahun ini mencapai Rp5,7 triliun, sementara 2018 tercatat realisasi penukaran uang pecahan kecil hanya Rp4,1 triliun.

Sementara itu, pada paparan tentang peran BI dalam mengembangkan UMKM dan upaya pengendalian inflasi, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi BI Kpw Sulsel Johnson Pasaribu peran BI dalam membantu pemerintah menekan inflasi dengan membuat klaster (cluster) atau percontohan baik di sektor pertanian, peternakan dan pariwisata di lapangan.

"Komoditi pertanian, peternakan maupun sektor pariwisata ini kerap menjadi pemicu inflasi, sehingga BI turun ke hulu untuk membantu produsen dalam memicu kuantitas dan kualitas produksi," katanya.

Hal itu dibenarkan Manajer Fungsi pada Divisi Pengembangan Ekonomi BI Kpw Sulsel Rachmat Ryanto seraya memberikan contoh, di Kabupaten Pinrang dikembangkan budidaya ikan bandeng/bolu dengan sistem semi intensif, sedangkan di Kabupaten Bone budidaya ikan bandeng dikembangkan dengan teknologi intensif.

Dampak dari pembinaan dan dampingan dari BI Sulsel itu, lanjut dia, semula produksi ikan bandeng yang diperoleh petambak hanya sekitar satu ton per hektare, namun saat ini sudah meningkat menjadi tiga ton per ha, sehingga kesejahteraan petambak juga meningkat. [tar]