Meninggal di Bulan Ramadan

Rabu, 22 Mei 2019
Meninggal di Bulan Ramadan - inilah ramadhan

SECARA khusus, tak ada dalil dalam Al Quran atau Hadis yang menjelaskan keutamaan meninggal di bulan Ramadhan atau di waktu tertentu. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

.

Hadis hadis yang menerangkan keutamaan meninggal di hari tertentu tidak ada yang shahih. Karena pahala seorang bergantung pada amalannya, itulah yang bisa dia usahakan. (http://binothaimeen.net/content/11412)

Yang ada adalah, hadis menerangkan keutamaan meninggal dunia saat sedang puasa,

.

"Siapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.

Siapa berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.

Siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga. (HR. Ahmad no 22173, dinilai Shohih oleh Syekh Albani dalam Ahlamul Jana-iz)

Namun, Ramadhan adalah waktu yang mulia, penuh dengan keistimewaan seperti yang tersebut di atas. Sehingga seorang yang meninggal di waktu mulia seperti ini, pertanda baik insyaAllah dan penyebab tambahan rahmad untuknya jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan beramal sholih. Bisa dikatakan, meninggalnya seorang yang sholih di bulan yang mulia ini, adalah tambahan kabar gembira untuknya dan untuk keluarga yang dia tinggal.

Nabi menerangkan tentang Husnul Khotimah.

: :

"Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya."

"Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?"
tanya para sahabat.

Rasulullah menjawab, "Dia dimudahkan untuk beramal shalih sebelum meninggalnya." (HR. Ahmad).

Lebih-lebih jika ini terjadi di bulan paling mulia seperti Ramadhan. Karena amal sholih seperti, puasa, sedekah, sholat, kesabaran, tawakal, keikhlasan, keridhoan dengan takdir Allah, akan semakin besar kelipatan pahalanya saat dikerjakan di waktu waktu yang mulia. Maka orang sholih yang meninggal di bulan suci Ramadhan, insyaallah itu pertanda baik, pertanda Husnul Khotimah insyaallah.

Wallahualam bis showab. [Ustadz Ahmad Anshori/Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta]

Inilah Ramadhan

Penukaran Uang Pecahan Tembus Rp1,8 Triliun/Hari - inilah ramadhan
Penukaran Uang Pecahan Tembus Rp1,8 Triliun/Hari
5 bulan
Pemprov Jatim Siapkan 560 Bus Mudik Gratis - inilah ramadhan
Pemprov Jatim Siapkan 560 Bus Mudik Gratis
5 bulan
Jemaah Naqsabandiyah Sumut Gelar Salat Ied Besok - inilah ramadhan
Jemaah Naqsabandiyah Sumut Gelar Salat Ied Besok
5 bulan
Salat Witir, Sunah yang Sangat Ditekankan - inilah ramadhan
Salat Witir, Sunah yang Sangat Ditekankan
5 bulan
Ramadhan Harus Cermat Kelola Anggaran Rumah Tangga - inilah ramadhan
Ramadhan Harus Cermat Kelola Anggaran Rumah Tangga
6 bulan
Metabolisme Tubuh Menjadi Lebih Baik Ketika Puasa - inilah ramadhan
Metabolisme Tubuh Menjadi Lebih Baik Ketika Puasa
5 bulan
Proyek Tol Jakarta-Cikampek Sementara Dihentikan - inilah ramadhan
Proyek Tol Jakarta-Cikampek Sementara Dihentikan
5 bulan
Puncak Mudik di Stasiun Gambir Diprediksi Besok - inilah ramadhan
Puncak Mudik di Stasiun Gambir Diprediksi Besok
5 bulan
Jalan Nasional Sumsel Siap untuk Mudik - inilah ramadhan
Jalan Nasional Sumsel Siap untuk Mudik
5 bulan

Meninggal di Bulan Ramadan

Rabu, 22 Mei 2019
Meninggal di Bulan Ramadan - inilah ramadhan

SECARA khusus, tak ada dalil dalam Al Quran atau Hadis yang menjelaskan keutamaan meninggal di bulan Ramadhan atau di waktu tertentu. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

.

Hadis hadis yang menerangkan keutamaan meninggal di hari tertentu tidak ada yang shahih. Karena pahala seorang bergantung pada amalannya, itulah yang bisa dia usahakan. (http://binothaimeen.net/content/11412)

Yang ada adalah, hadis menerangkan keutamaan meninggal dunia saat sedang puasa,

.

"Siapa yang mengucapkan Laa ilaha illallah, dan ia mengucapkannya ikhlas hanya mencari keridhaan Allah dan ia mengakhiri hidupnya dengan itu, maka ia masuk surga.

Siapa berpuasa sehari dan ikhlas karena Allah, serta menutup akhir hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga.

Siapa bersedekah dengan penuh keikhlasan, dan ia mengakhiri hidupnya dengan ibadah itu, maka ia masuk surga. (HR. Ahmad no 22173, dinilai Shohih oleh Syekh Albani dalam Ahlamul Jana-iz)

Namun, Ramadhan adalah waktu yang mulia, penuh dengan keistimewaan seperti yang tersebut di atas. Sehingga seorang yang meninggal di waktu mulia seperti ini, pertanda baik insyaAllah dan penyebab tambahan rahmad untuknya jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan beramal sholih. Bisa dikatakan, meninggalnya seorang yang sholih di bulan yang mulia ini, adalah tambahan kabar gembira untuknya dan untuk keluarga yang dia tinggal.

Nabi menerangkan tentang Husnul Khotimah.

: :

"Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya."

"Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?"
tanya para sahabat.

Rasulullah menjawab, "Dia dimudahkan untuk beramal shalih sebelum meninggalnya." (HR. Ahmad).

Lebih-lebih jika ini terjadi di bulan paling mulia seperti Ramadhan. Karena amal sholih seperti, puasa, sedekah, sholat, kesabaran, tawakal, keikhlasan, keridhoan dengan takdir Allah, akan semakin besar kelipatan pahalanya saat dikerjakan di waktu waktu yang mulia. Maka orang sholih yang meninggal di bulan suci Ramadhan, insyaallah itu pertanda baik, pertanda Husnul Khotimah insyaallah.

Wallahualam bis showab. [Ustadz Ahmad Anshori/Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta]