Puasa tak Batal Karena Obat Asma

Oleh Mia Umi Kartikawati - Selasa, 7 Mei 2019
Puasa tak Batal Karena Obat Asma - inilah ramadhan

INILAHCOM, Jakarta - Menggunakan obat asma ternyata tidak membatalkan puasa. Mengapa?

Menurut Prof. Dr. Faisal yunus, Ph.D,Sp.P(K), saat ditemui di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam rangka peringatan Hari Asma Sedunia, Jakarta, Selasa, (07/05/2019), obat untuk penderita asma biasanya masuk dalam saluran pernapasan, tidak ke lambung. Hal ini bisa digunakan selama tidak mendesak.

"Selama obat itu obat asma masuk ke dalam pernapasan bukan ke dalam lambung tidak masalah. Kalau obat semprot bisa, tetap boleh. Saya sudah tanya ke penceramah dahulu, KH. Kosim Nurseha. Karena itu tidak di makan. Dan ini dipakai jika perlu," ujar Faisal.

Seseorang yang menderita asma, bisa menjalankan puasa. Hal ini justru memberikan kenyamanan untuk para penderita, karena menjalankan ibadah dengan tenang. Jika seseorang mengalami serangan, berarti orang tersebut merasakan tekanan, tidak nyaman, dan stres.

Serangan asma paling banyak dipicu oleh infeksi saluran napas bagian atas dan aktivitas fisik, pemicu lainnya meliputi faktor lingkungan, stres emosional dan konsumsi beberapa makanan, minuman, atau obat-obatan.

Gejala yang ada berupa sesak napas, napas berbunyi, dada terasa berat dan batuk. Tingginya jumlah penderita asma saat ini dan kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan jumlah kasus semakin bertambah di kemudian hari, menjadi masalah kesehatan yang serius.

Serangan asma dapat mengganggu pekerjaan pada orang dewasa dan mengganggu aktivitas belajar pada anak-anak. Pada kondisi yang lebih berat, asma dapat mengancam jiwa dan menurunkan kualitas hidup penderita.(tka)


Inilah Ramadhan

Ini Titik Kemacetan di Jalur Mudik Ponorogo - inilah ramadhan
Ini Titik Kemacetan di Jalur Mudik Ponorogo
9 bulan
Asupan Nutrisi Harus Tetap Terjaga Saat Berpuasa - inilah ramadhan
Asupan Nutrisi Harus Tetap Terjaga Saat Berpuasa
9 bulan
Istimewanya Ramadan - inilah ramadhan
Istimewanya Ramadan
9 bulan
Arus Mudik Stasiun Gubeng Surabaya Meningkat 90% - inilah ramadhan
Arus Mudik Stasiun Gubeng Surabaya Meningkat 90%
9 bulan
Kementan Operasi Pasar Daging Sapi Lebaran 2019 - inilah ramadhan
Kementan Operasi Pasar Daging Sapi Lebaran 2019
9 bulan
Jasa Marga Terapkan Contraflow di Tol JORR - inilah ramadhan
Jasa Marga Terapkan Contraflow di Tol JORR
9 bulan
Sambut Hari Raya, Siapkan Minuman Segarkan Tubuh - inilah ramadhan
Sambut Hari Raya, Siapkan Minuman Segarkan Tubuh
9 bulan
Ahli Astronomi: Hilal Belum Terlihat Hari Ini - inilah ramadhan
Ahli Astronomi: Hilal Belum Terlihat Hari Ini
9 bulan
Beragam Destinasi Favorit Menggunakan Kereta Api - inilah ramadhan
Beragam Destinasi Favorit Menggunakan Kereta Api
9 bulan

Puasa tak Batal Karena Obat Asma

Oleh Mia Umi Kartikawati - Selasa, 7 Mei 2019
Puasa tak Batal Karena Obat Asma - inilah ramadhan

INILAHCOM, Jakarta - Menggunakan obat asma ternyata tidak membatalkan puasa. Mengapa?

Menurut Prof. Dr. Faisal yunus, Ph.D,Sp.P(K), saat ditemui di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam rangka peringatan Hari Asma Sedunia, Jakarta, Selasa, (07/05/2019), obat untuk penderita asma biasanya masuk dalam saluran pernapasan, tidak ke lambung. Hal ini bisa digunakan selama tidak mendesak.

"Selama obat itu obat asma masuk ke dalam pernapasan bukan ke dalam lambung tidak masalah. Kalau obat semprot bisa, tetap boleh. Saya sudah tanya ke penceramah dahulu, KH. Kosim Nurseha. Karena itu tidak di makan. Dan ini dipakai jika perlu," ujar Faisal.

Seseorang yang menderita asma, bisa menjalankan puasa. Hal ini justru memberikan kenyamanan untuk para penderita, karena menjalankan ibadah dengan tenang. Jika seseorang mengalami serangan, berarti orang tersebut merasakan tekanan, tidak nyaman, dan stres.

Serangan asma paling banyak dipicu oleh infeksi saluran napas bagian atas dan aktivitas fisik, pemicu lainnya meliputi faktor lingkungan, stres emosional dan konsumsi beberapa makanan, minuman, atau obat-obatan.

Gejala yang ada berupa sesak napas, napas berbunyi, dada terasa berat dan batuk. Tingginya jumlah penderita asma saat ini dan kondisi lingkungan yang berpotensi menyebabkan jumlah kasus semakin bertambah di kemudian hari, menjadi masalah kesehatan yang serius.

Serangan asma dapat mengganggu pekerjaan pada orang dewasa dan mengganggu aktivitas belajar pada anak-anak. Pada kondisi yang lebih berat, asma dapat mengancam jiwa dan menurunkan kualitas hidup penderita.(tka)