Indikasi Kesuksesan Pasca Ramadan (3)

Kamis, 7 Juni 2018
Indikasi Kesuksesan Pasca Ramadan (3) - inilah ramadhan

BAGI mereka yang gagal mendulang kemuliaan dari jamuan tersebut, sungguh tak ada kalimat yang bisa menggambarkan betapa meruginya mereka. Karena memang, tidak semua dari kedua golongan tersebut sukses meraih kemuliaan Ramadhan.

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan haus." [Hadits Shahih, Ahmad: II/441 dan 373]

Jika demikian, menjadi penting bagi kita untuk mengetahui apakah kita termasuk orang-orang yang sukses mendulang rahmat dan maghfirah Allah di bulan Ramadhan. Setidaknya ada beberapa indikasi pasca Ramadhan yang bisa Anda jadikan parameter ukur dalam masalah ini.

(3) Semakin Jauh dari Maksiat

Ini karena puasa adalah tameng yang membentengi hamba dari perbuatan maksiat. Sebagaimana hadits Rasulullah:

"Wahai sekalian anak muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih tangguh memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa bisa menjadi perisai baginya (dari kemaksiatan)." [Shahih Bukhari: IV/106 dan Shahih Muslim: 1400 dari sahabat Ibnu Masud]

Maka jika keadaan Anda lebih jauh dari maksiat jika dibandingkan dengan kondisi Anda sebelum Ramadhan, maka ber-husnuzzon-lah kepada Allah, bahwa Anda telah meraih fadhilah Ramadhan.

(4) Cinta pada al-Qur-an

Orang-orang yang sukses di bulan Ramadhan akan bertambah rajin membaca al-Qur-an di luar Ramadhan jika dibandingkan dengan waktu sebelum Ramadhan. Karena bulan ini adalah "Bulannya al-Qur-an", tiada hari tanpa membaca al-Qur-an. Sehingga kebiasaan mulia ber-wirid dengan tilawah al-Qur-an tentunya akan tetap berlanjut setelah Ramadhan.

(5) Menjadi Dermawan

Hikmah puasa memberikan kita kesempatan untuk merasakan penderitaan kaum dhuafa dan fakir miskin. Dari sini diharapkan tumbuh kesadaran sosial yang tinggi dengan menyantuni mereka, menyayangi serta meringankan beban mereka. Kewajiban zakat fithrah di akhir Ramadhan juga mengajarkan hal ini. Selepas Ramadhan, orang-orang yang sukses akan lebih dermawan.

[baca lanjutan: Indikasi Kesuksesan Pasca Ramadan (4)]

Inilah Ramadhan

Open House Jokowi, Ini yang Harus Diperhatikan - inilah ramadhan
Open House Jokowi, Ini yang Harus Diperhatikan
5 bulan
Pemudik Bisa Manfaatkan Pos Kesehatan - inilah ramadhan
Pemudik Bisa Manfaatkan Pos Kesehatan
5 bulan
Mudik Bareng BNI Berangkatkan 2.000 Peserta - inilah ramadhan
Mudik Bareng BNI Berangkatkan 2.000 Peserta
5 bulan
Mengapa Berbuka Dianjurkan dengan yang Manis? - inilah ramadhan
Mengapa Berbuka Dianjurkan dengan yang Manis?
6 bulan
Jalan Nasional Sumsel Siap untuk Mudik - inilah ramadhan
Jalan Nasional Sumsel Siap untuk Mudik
5 bulan
Warna Hijau Cerah Cocok Buat Hunian Saat Lebaran - inilah ramadhan
Warna Hijau Cerah Cocok Buat Hunian Saat Lebaran
5 bulan
Amankan Mudik, Personel TNI-Polri Siaga di Stasiun - inilah ramadhan
Amankan Mudik, Personel TNI-Polri Siaga di Stasiun
5 bulan
Akhlak Nubuwwah, Cepat Berbuka, Akhirkan Sahur - inilah ramadhan
Akhlak Nubuwwah, Cepat Berbuka, Akhirkan Sahur
5 bulan
Arus Mudik Jalur Selatan Jabar Terpantau Lancar - inilah ramadhan
Arus Mudik Jalur Selatan Jabar Terpantau Lancar
5 bulan

Indikasi Kesuksesan Pasca Ramadan (3)

Kamis, 7 Juni 2018
Indikasi Kesuksesan Pasca Ramadan (3) - inilah ramadhan

BAGI mereka yang gagal mendulang kemuliaan dari jamuan tersebut, sungguh tak ada kalimat yang bisa menggambarkan betapa meruginya mereka. Karena memang, tidak semua dari kedua golongan tersebut sukses meraih kemuliaan Ramadhan.

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan haus." [Hadits Shahih, Ahmad: II/441 dan 373]

Jika demikian, menjadi penting bagi kita untuk mengetahui apakah kita termasuk orang-orang yang sukses mendulang rahmat dan maghfirah Allah di bulan Ramadhan. Setidaknya ada beberapa indikasi pasca Ramadhan yang bisa Anda jadikan parameter ukur dalam masalah ini.

(3) Semakin Jauh dari Maksiat

Ini karena puasa adalah tameng yang membentengi hamba dari perbuatan maksiat. Sebagaimana hadits Rasulullah:

"Wahai sekalian anak muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih tangguh memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa bisa menjadi perisai baginya (dari kemaksiatan)." [Shahih Bukhari: IV/106 dan Shahih Muslim: 1400 dari sahabat Ibnu Masud]

Maka jika keadaan Anda lebih jauh dari maksiat jika dibandingkan dengan kondisi Anda sebelum Ramadhan, maka ber-husnuzzon-lah kepada Allah, bahwa Anda telah meraih fadhilah Ramadhan.

(4) Cinta pada al-Qur-an

Orang-orang yang sukses di bulan Ramadhan akan bertambah rajin membaca al-Qur-an di luar Ramadhan jika dibandingkan dengan waktu sebelum Ramadhan. Karena bulan ini adalah "Bulannya al-Qur-an", tiada hari tanpa membaca al-Qur-an. Sehingga kebiasaan mulia ber-wirid dengan tilawah al-Qur-an tentunya akan tetap berlanjut setelah Ramadhan.

(5) Menjadi Dermawan

Hikmah puasa memberikan kita kesempatan untuk merasakan penderitaan kaum dhuafa dan fakir miskin. Dari sini diharapkan tumbuh kesadaran sosial yang tinggi dengan menyantuni mereka, menyayangi serta meringankan beban mereka. Kewajiban zakat fithrah di akhir Ramadhan juga mengajarkan hal ini. Selepas Ramadhan, orang-orang yang sukses akan lebih dermawan.

[baca lanjutan: Indikasi Kesuksesan Pasca Ramadan (4)]