selengkapnya »
Jadwal Imsakiyah
Jakarta
imsak shubuh dzuhur ashr maghrib isya
04:26 04:36 11:53 15:14 17:47 19:00
Jumat, 24 Mei 2019

Suci dari Hadats Bukan Syarat Sah Puasa

Selasa, 29 Mei 2018
Suci dari Hadats Bukan Syarat Sah Puasa - inilah ramadhan

KETIKA orang junub di malam hari ramadan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudian belum mandi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah. Kasus yang sering terjadi, mereka junub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk subuh.

Karena ketidaktahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak salat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari.

Padahal semua tindakan ini, meninggalkan salat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras.

Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan salat atau thawaf di kabah. Orang yang hendak salat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah salat maka salatnya batal.

Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.

Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu anhuma; mereka menceritakan,

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa." (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).

At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,

Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafii, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Demikian, semoga bermanfaat. Allahu alam. [Ustaz Ammi Nur Baits]

Inilah Ramadhan

Mentan Gerojok Pasar Lewat OP Telur Ayam - inilah ramadhan
Mentan Gerojok Pasar Lewat OP Telur Ayam
16 hari
Kemenkes Siapkan 6.047 Fasyankes - inilah ramadhan
Kemenkes Siapkan 6.047 Fasyankes
19 jam
Rukun Puasa yang Perlu Diketahui - inilah ramadhan
Rukun Puasa yang Perlu Diketahui
10 hari
Bagaimana Puasa Para Nabi Sebelum Rasulullah? - inilah ramadhan
Bagaimana Puasa Para Nabi Sebelum Rasulullah?
12 hari
Pemudik Pilih Pakai Bus, Tiket Pesawat Mahal - inilah ramadhan
Pemudik Pilih Pakai Bus, Tiket Pesawat Mahal
2 hari
Makanan Halal Sudah Jadi Tuntutan - inilah ramadhan
Makanan Halal Sudah Jadi Tuntutan
10 hari
Menhub Terapkan Strategi Ini di Jalur Mudik Merak - inilah ramadhan
Menhub Terapkan Strategi Ini di Jalur Mudik Merak
12 hari
Kewajiban Zakat Dipengaruhi Utang Kita? - inilah ramadhan
Kewajiban Zakat Dipengaruhi Utang Kita?
3 hari
Warna Hijau Cerah Cocok Buat Hunian Saat Lebaran - inilah ramadhan
Warna Hijau Cerah Cocok Buat Hunian Saat Lebaran
13 hari

Suci dari Hadats Bukan Syarat Sah Puasa

Selasa, 29 Mei 2018
Suci dari Hadats Bukan Syarat Sah Puasa - inilah ramadhan

KETIKA orang junub di malam hari ramadan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudian belum mandi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah. Kasus yang sering terjadi, mereka junub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk subuh.

Karena ketidaktahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak salat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari.

Padahal semua tindakan ini, meninggalkan salat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras.

Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan salat atau thawaf di kabah. Orang yang hendak salat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah salat maka salatnya batal.

Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.

Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu anhuma; mereka menceritakan,

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa." (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).

At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,

Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafii, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Demikian, semoga bermanfaat. Allahu alam. [Ustaz Ammi Nur Baits]