Inilahcom Ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1439 H

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Imsak
    04:30
  • Shubuh
    04:40
  • Dzuhur
    11:58
  • Ashr
    15:19
  • Maghrib
    17:51
  • Isya
    19:05

Bolehkah Menyegerakan Fidyah di Awal Bulan?

Senin, 21 Mei 2018 10:00 WIB
Bolehkah Menyegerakan Fidyah di Awal Bulan? #Kurma
(Foto: Ilustrasi)

ULAMA syafiiyah melarang hal ini. Imam ar-Ramli ulama Syafiiyah pernah ditanya sebagai berikut, "Apakah orang tua yang tidak mampu lagi berpuasa wajib niat ketika membayar fidyah? Bagaimana caranya? Lalu bagaimana cara membayar fidyah, apakah wajib untuk dikeluarkan setiap hari di hari itu, atau boleh dia bayarkan sekali, baik di awal ramadhan atau pertengahannya?"

Jawaban ar-Ramli, "Dia wajib niat. Karena fidyah termasuk ibadah harta, sebagaimana zakat atau kaffarah. Dia bisa berniat membayar fidyah karena tidak puasa. Dia boleh milih, apakah dibayarkan setiap hari yang dia tidak puasa atau setelah selesai ramadhan. Namun tidak boleh mendahulukan pembayaran fidyah, karena berarti mendahulukan amal sebelum adanya kewajiban, disebabkan dia tidak puasa." (Fatawa ar-Ramli, 2/74).

Ini berbeda dengan madzhab hanafiyah, yang membolehkan membayar fidyah untuk keseluruhan di awal bulan. Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

Ulama berbeda pendapat tentang kasus orang tua atau orang sakit menahun yang lagi tidak mampu puasa. Apakah boleh menyegerahakn bayar fidyah. Hanafiyah membolehkan bayar fidyah di awal bulan, sebagimana boleh dibayarkan di akhir bulan.

Kemudian dalam ensikolpedi itu dilanjutkan keterangan dari madzhab Syafii,

An-Nawawi mengatakan, seluruh ulama madzhab kami sepakat bahwa orang tua dan orang sakit yang tidak mampu puasa, mereka tidak boleh membayar fidyah sebelum masuk ramadhan, dan boleh setiap hari setelah masuk waktu subuh. Apakah boleh dibayarkan sebelum subuh di bulan ramadhan? Ad-Darimi menegaskan bahwa itu boleh. Dan inilah yang benar. (al-Mausuah al-Fiqhiyah, volume ke-32, hlm. 68).

Berdasarkan keterangan di atas, mengenai waktu pelaksanaan fidyah bisa dengan 2 cara: Pertama, dibayarkan harian. Batasnya adalah malam hari ramadhan, sebagaimana keterangan ad-Darimi. Jika di tanggal 3 ramadhan, si A tidak puasa, dia sudah boleh bayar fidyah di malam tanggal 3 ramdhan. Kedua, dibayarkan sekali untuk satu bulan. Ini hanya bisa dilakukan di akhir ramadhan atau setelah ramadhan.

Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]