Inilahcom Ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1438 H

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Imsak
    4:30
  • Shubuh
    4:40
  • Dzuhur
    11:58
  • Ashr
    15:19
  • Maghrib
    17:51
  • Isya
    19:05

Untuk Lebaran, BI Siapkan Rp70 Triliun Duit Anyar

Kamis, 8 Juni 2017 03:28 WIB
Untuk Lebaran, BI Siapkan Rp70 Triliun Duit Anyar #Kurma
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan, BI menyediakan Rp70 triliun uang emisi 2016 untuk penukaran uang menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah.

Dana sebesar Rp70 triliun yang berupa uang baru itu, termasuk dalam total Rp167 triliun uang rupiah layak edar yang disiapkan BI untuk kebutuhan penukaran.

"Prediksi kami kebutuhan Rp167 triliun itu akan lebih dari cukup. Jadi dalam kesempatan ini akan mencukupi baik dari emisi lama maupun emisi baru yang sebanyak Rp70 triliun," kata Sugeng di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Sugeng bilang, BI siap memasok sekitar 41,9% uang emisi baru di seluruh Indonesia. Uang baru tersebut terdiri dari 12 pecahan nominal. Untuk antisipasi melonjaknya permintaan penukaran, Bank Sentral masih menyiapkan kebutuhan cadangan uang untuk penukaran. Secara total, BI menyiapkan Rp200 triliun untuk kebutuhan penukaran uang di Idul Fitri tahun ini.

Sarana penukaran yang dimiliki BI, kata Sugeng, adalah 122 titik penukaran yang terdiri dari 77 titik lokasi kas titipan ditambah 45 Kantor Perwakilan BI di seluruh propinsi.

Sugeng mengatakan layanan penukaran uang ini akan terus diintensifkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan penukaran uang ini juga dimanfaatkan BI dan perusahaan perbankan untuk memeriksa keberadaan uang palsu dan uang tidak layak edar di masyarakat. "Kita juga akan melihat apakah ada uang palsu, akan ketahuan nantinya dan juga sortiran uang tidak layak edar," ujar dia.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi menjelaskan total realisasi penarikan uang dari BI untuk kebutuhan penukaran sudah mencapai Rp26,5 triliun sejak 29 Mei 2017 hingga 5 Juni 2017, atau 15,9 persen dari total perkiraan kebutuhan penarikan sebesar Rp167 triliun.

"Jumlah ini lebih besar dibanding periode sama tahun lalu dan ini akan terus bertambah dan diperkirakan terjadi puncaknya pada pekan ketiga dan pekan keempat," ujar dia. [tar]