Inilahcom Ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1438 H

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Imsak
    00:00
  • Shubuh
    00:00
  • Dzuhur
    00:00
  • Ashr
    00:00
  • Maghrib
    00:00
  • Isya
    00:00

Hal-Hal yang Dianggap Bid'ah di Bulan Ramadan

Rabu, 7 Juni 2017 10:00 WIB
Hal-Hal yang Dianggap Bid'ah di Bulan Ramadan #Kurma
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan keutamaan. Allah subhanahu wa taala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah taala, "Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian." (QS. Al-Maidah: 3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi alaihim ajmaiin.

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bidah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam maupun para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

Bidah berzikir dengan keras setelah salam Shalat Tarawih

Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada salat tarawih dengan dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula perkataan muazin, "assholaatu yarhakumullah" dan yang semisal dengan perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan salat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

Membangunkan orang-orang untuk sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bidah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.

Melafazkan niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid salat tarawih ketika selesai melaksanakan salat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak

Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadan. Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan "imsak, imsak" supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum.

Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu anhuma, "Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian beliau salat. Maka kata Anas, "Berapa lama jarak antara azan dan sahur?", Zaid menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca ayat Alquran." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda azan magrib dengan alasan kehati-hatian

Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,

"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari Muslim)

Takbiran

Yaitu menyambut datangnya Ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul bedug pada malam Ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan salat Ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan Salat Ied.

Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk puasa ramadan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam.

Mendahului puasa satu hari atau dua hari sebelumnya

Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadan dengan melakukan puasa pada dua hari terakhir di bulan syaban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian mendahului puasa ramadan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Quran

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya Alquran. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktik Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadan

Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi alaihim ajmaiin.

Inilah beberapa bidah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di negeri kita, semoga Allah taala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.[muslimorid]