Inilahcom Ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1438 H

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Imsak
    00:00
  • Shubuh
    00:00
  • Dzuhur
    00:00
  • Ashr
    00:00
  • Maghrib
    00:00
  • Isya
    00:00

Puasa Kali ini Harga Bahan Pokok Stabil, Benarkah?

M FADIL DJAELANI   Sabtu, 27 Mei 2017 13:14 WIB
Puasa Kali ini Harga Bahan Pokok Stabil, Benarkah? #Kurma
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Agar harga pangan tak melonjak tajam, kementerian perdagangan menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET). Kebijakan yang diberlakukan sejak Bulan Puasa ini, bisa effektifkah?

Pengamat ekonomi Institut Pertanian Bogor, Arief Daryanto mengatakan, harga pangan selalu naik mendekati Bulan Ramadan hingga Lebaran. Namun dengan adanya aturan HET ini, gejolak harga bahan pokok diharapkan mampu dicegah.

"Dengan diterapkannya HET maka konsumen memeroleh referensi berapa harga kebutuhan pokok masyarakat yang harus mereka beli. Jadi tidak ada lagi harga yang dikendalikan oleh para spekulan," kata Arief di Jakarta, Sabtu (27/5/2017).

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menetapkan HET gula pasir pada harga Rp12.500 per kilogram (kg0, daging beku Rp80.000 per kg dan minyak goreng curah kemasan sebesar Rp12.000 per liter.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, harga ini akan dipertahankan hingga akhir 2017. Dan, kemendag hanya memprioritaskan HET kepada tiga komoditas tersebut.

Masih kata Arief, penerapan kebijakan HET bisa menekan keberadaan mafia atau spekulan pangan yang kerap muncul menjelang momentum hari besar keagamaan, terutama Ramadan dan Hari Raya Idhul Fitri.

Dia bilang, untuk memperkuat kebijakan HET tersebut, pemerintah harus memastikan ketersediaan komoditas-komoditas bahan pokok yang ditetapkan sebagai HET agar masyarakat benar-benar diyakinkan ketika belanja kebutuhan pokok.

"Jika stok bahan pangannya tercukupi secara otomatis para spekulan tidak akan ada yang bermain karena ketersediaan bahan pokoknya melimpah. Nah untuk itu pemerintah harus memastikan jika stok pangan benar-benar melimpah," kata Arief. [ipe]