Inilahcom Ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1438 H

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Imsak
    4:30
  • Shubuh
    4:40
  • Dzuhur
    11:58
  • Ashr
    15:19
  • Maghrib
    17:51
  • Isya
    19:05

DPR: Pemerintah Harus Berkomunikasi Tangani Mudik

AHMAD FARHAN FARIS   Jumat, 12 Mei 2017 02:07 WIB
DPR: Pemerintah Harus Berkomunikasi Tangani Mudik #Kurma
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi V DPR, M Nizar Zahro meminta pemerintah saling berkoordinasi mengatur arus lalu lintas menjelang arus mudik lebaran tahun 2017. Menurut dia, koordinasi sangat penting supaya arus mudik lebaran tak terjadi peristiwa seperti tahun sebelumnya.

"Kementerian Perhubungan bertanggungjawab dalam moda transportasinya, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) tanggungjawab kesiapan infrastruktur jalan dan pihak kepolisian tanggungjawab ketertiban pemudik di jalan raya. Mereka harus intens koordinasi," katanya di Jakarta, Kamis (11/5/2017).

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan dalam UUD 1945 Pasal 34 Ayat (3) disebutkan bahwa negara bertanggungjawab atas tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat dan fasilitas pelayanan umum sesuai harkat kemanusiaan.

Oleh karena itu, kata Nizar, jika fasilitas pelayanan umum seperti jalan dan transportasi, tidak nyaman dan aman saat arus mudik lebaran maka itu merupakan bentuk kegalalan dari pemerintah apalagi jika sampai terjadi kecelakaan.

"Pada arus mudik tahun 2016 lalu, korban meninggal dunia dalam kecelakaan mencapai 244 korban. Angka ini masih terbilang tinggi. Kami minta kepada pihak-pihak terkait agar diminimalisir, kalau bisa zero accident," ujarnya.

Selain itu, Nizar berharap kasus kecelakaan di Puncak Bogor beberapa waktu lalu dan melibatkan bus pariwisata ilegal untuk dijadikan pelajaran. Sebab, tidak menutup kemungkinan jelang arus mudik lebaran muncul bus-bus dadakan yang ilegal akibat membludaknya penumpang.

"Maka kami minta juga ke Kemenhub untuk benar-benar menertibkan bus-bus yang ilegal. Kepada masyarakat, jangan mau untuk diiming-imingi harga murah. Prioritas keselamatan tetap harus menjadi yang utama," tandasnya.[ris]