Inilahcom Ramadhan

Jadwal Imsakiyah 1438 H

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya
  • Imsak
    00:00
  • Shubuh
    00:00
  • Dzuhur
    00:00
  • Ashr
    00:00
  • Maghrib
    00:00
  • Isya
    00:00

Inilah Harapan Menkeu Jelang Puasa

M FADIL DJAILANI   Kamis, 11 Mei 2017 17:51 WIB
Inilah Harapan Menkeu Jelang Puasa #Kurma
Menkeu Sri Mulyani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menkeu Sri Mulyani mengupayakan agar lonjakan harga pangan menjelang puasa dan Lebaran tidak terjadi begitu besar.

Hal ini bisa diredam karena musim panen yang mempengaruhi deflasi 0,02% di Maret 2017. "Pemerintah terus memonitor terhadap barang-barang kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi kenaikan signifikan pada bulan Ramadan dan Hari Raya sehingga inflasi dijaga," kata Sri Mulyani, saat ditemui usai pertemuan dengan BPK, Selasa (9/5/2017).

Sebelumnya, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengungkapkan bahwa penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2017 lantaran positifnya kinerja perdagangan Indonesia baik ekspor maupun impor, yang mencatatkan surplus perdagangan.

"Harga komoditas yang mulai membaik, membuat ekspor Indonesia membaik sepanjang Kuartal I-2017," kata Kecuk dalam konfrensi pers di Kantor BPS Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Selain itu membaiknya perekonomian global juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2017, seperti membaiknya ekonomi Tiongkok yang tumbuh 6,9 persen dari sebelumnya 6,7 persen, perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) menguat 1,9 persen dari sebelumya 1,8 persen, dan perdagangan dengan Singapura menguat 2,5 persen dari sebelumnya 1,9 persen.

"Ekonomi global juga membaik dan kita harapkan terua membaik," ujarnya.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia US$40,61 miliar atau naik 1,33 persen secara kuartalan dan meningkat 20,84 persen secara tahunan. Sedangkan nilai impor Indonesia US$36,68 miliar atau menurun 0,75 persen secara kuartalan, namun meningkat 14,83 persen secara tahunan.

Selain perdagangan ekspor dan impor, pengeluaran pemerintah rupanya turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Tercatat, realisasi belanja pemerintah sampai kuartal I-2017 telah mencapai Rp400,14 triliun atau 19,23 persen dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang mencapai Rp2.080,5 triliun.

"Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2016 yang sebesar Rp391,04 triliun atau 18,77 persen dari pagu 2016 Rp2.082,9 triliun," kata Kecuk.

Sementara dari sisi konsumsi rumah tangga, masih cukup baik meski dari sisi inflasi cukup tertekan. Pasalnya, dalam tiga bulan pertama, masyarakat Indonesia mengalami sejumlah tekanan dari pengeluaran rumah tangga yang tercermin dari fluktuatifnya inflasi, tercatat Januari inflasi 0,97 persen, Februari inflasi 0,23 persen, Maret deflasi 0,02 persen. [hid]